Surabaya PERSADAPOSNEWS. COM,
Lembaga survei Populi Center telah merilis elektabilitas Pasangan Calon peserta pemilihan kepala daerah Surabaya tahun 2020.
Dari hasil survei Populi Center, Eri Cahyadi dan Armuji merupakan pasangan yang paling dipilih menjadi Wali kota dan wakil Wali Kota Surabaya periode mendatang dengan 41,0 persen.
Sedangkan pasangan calon Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno dengan persentase 37,7 persen, tutur Peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati di Surabaya pada Jumat 30/10/2020.
Hartanto mengatakan, Populi Center merupakan lembaga non-profit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik menyelenggarakan survei di kota Surabaya mulai 6 hingga 13 Oktober 2020 di 60 kelurahan yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan di Kota Surabaya.
“Tujuan dari pelaksanaan survei ini adalah untuk melihat tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas dari para pasangan calon yang berlaga di pemilihan Wali kota dan wakil wali kota Surabaya tahun 2020 ini,” tuturnya.
Hartanto menyampaikan, survei dilakukan melalui metode wawancara tatap muka dengan besaran sampel 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). “Adapun Margin of error pada survei kali ini sebesar 4,0 persen dengan tingkat kepercayan 95 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut Hartanto menyampaikan, pemilihan kota Surabaya sebagai lokasi survei mengingat kota Surabaya merupakan salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi.
“Selain itu, menarik untuk melihat bagaimana masyarakat kota mengharapkan sosok pengganti Tri Rismaharini yang selama ini dinilai memiliki banyak prestasi ketika jadi Walikota Surabaya, katanya.
Hasil termuan lainnya dari survei ini, lanjut Hartanto, nama Machfud Arifin merupakan nama yang paling banyak dikenal dengan persentase 74,0 persen, diikuti oleh Eri Cahyadi dengan 68,8 persen, Armuji dengan 55,0 persen dan Mujiaman Sukirno 50,2 persen.
Sedangkan nama Eri Cahyadi, lanjut Hartanto, unggul untuk kategori akseptabilitas sebagai sosok yang mampu membawa perbaikan, sosok yang disukai, sering muncul di media sosial, paling memahami persoalan di kota Surabaya, dan dinilai paling mampu menangani COVID-19.
“Sosok Machfud Arifin dinilai sebagai sosok yang paling mampu memimpin. Perbedaan akseptabilitas antar kedua tokoh masih dalam batas margin of error,” tandas Hartanto.

Sementara itu, terkait tingkat kemantapan pilihan, lanjut Hartanto, masyarakat yang menjawab sudah mantab dengan 52,0 persen. Disusul dengan masih mungkin berubah dengan 31,8 persen, dan tidak tahu/ tidak jawab dengan 16,2 persen.
“Hasil survey ini menunjukkan bahwa tingkat masyarakat yang belum menentukan pilihan atau decided voters cukup tinggi dengan 48,0 persen,” kata Hartanto.
Untuk tingkat partisipasi, lanjut Hartanto, sebesar 80,7 persen mengaku akan menggunakan hak pilihnya dan sebesar 14,2 persen menjawab masih mempertimbangkan situasi kondisi perkembangan pandemi COVID-19.
“Kemudian sebesar 23 persen menjawab tidak datang ke TPS. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme dan tingkat partisipasi atau voters turnout warga kota Surabaya masih cukup tinggi,” Pungkas Hartanto.
(IskandNews).